FISIP UIN Jakarta Perkuat Jejaring Internasional Melalui International Student Mobility Batch 3 ke Singapura, Malaysia, dan Thailand
FISIP UIN Jakarta Perkuat Jejaring Internasional Melalui International Student Mobility Batch 3 ke Singapura, Malaysia, dan Thailand

Jakarta, Juli 2026 – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung internasionalisasi pendidikan tinggi melalui penyelenggaraan International Student Mobility (ISM) Batch 3 yang berlangsung pada pertengahan Juli 2026. Program ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman belajar lintas negara melalui kunjungan akademik, dialog dengan institusi internasional, serta pengenalan budaya dan sistem pendidikan di kawasan Asia Tenggara.

Program International Student Mobility Batch 3 dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga memperluas wawasan global mahasiswa melalui interaksi langsung dengan perguruan tinggi bereputasi internasional, lembaga diplomatik Indonesia di luar negeri, serta lingkungan sosial dan budaya negara tujuan. Melalui program ini, peserta diharapkan mampu meningkatkan kemampuan adaptasi, memperluas jejaring internasional, serta mengembangkan perspektif global yang relevan dengan tantangan dunia kerja dan pendidikan di masa depan.

Rangkaian kegiatan diawali di Singapura dengan kunjungan akademik ke National University of Singapore (NUS), salah satu universitas terbaik di Asia dan dunia. Delegasi FISIP UIN Jakarta memperoleh pemaparan mengenai sejarah perkembangan NUS, sistem pendidikan, budaya akademik, serta berbagai fasilitas penunjang pembelajaran dan penelitian. Peserta juga berkesempatan melihat secara langsung berbagai fasilitas kampus, seperti ruang relaksasi mahasiswa Pit Stop, kawasan belajar yang terintegrasi, ruang terbuka hijau, serta berbagai inovasi kampus yang mendukung keberlanjutan lingkungan. Di sela kegiatan akademik, delegasi turut mengunjungi ikon-ikon Singapura, seperti Jewel Changi Airport dan Merlion Park, sebagai bagian dari pengenalan budaya dan lingkungan perkotaan negara tersebut.

Perjalanan kemudian dilanjutkan ke Malaysia dengan agenda kunjungan resmi ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur. Delegasi diterima oleh Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Kuala Lumpur, Ahmad Romadhoni Surya Putra, Ph.D., yang memberikan pemaparan mengenai peran strategis KBRI dalam memberikan pelayanan, perlindungan, serta pendampingan bagi jutaan Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di Malaysia. Diskusi interaktif yang berlangsung membahas berbagai isu, mulai dari perlindungan WNI, diplomasi publik, hingga akses pendidikan bagi anak-anak pekerja migran Indonesia melalui Community Learning Center (CLC) dan Sanggar Bimbingan (SB). Pada kesempatan tersebut, KBRI Kuala Lumpur juga membuka peluang kerja sama bagi mahasiswa FISIP UIN Jakarta untuk mengikuti program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional sesuai mekanisme yang berlaku.

Agenda akademik di Malaysia dilanjutkan melalui kunjungan ke Universitas Malaya (UM), universitas tertua sekaligus salah satu perguruan tinggi terbaik di Malaysia. Delegasi memperoleh penjelasan mengenai sejarah perkembangan Universitas Malaya, sistem pendidikan, fasilitas akademik, serta berbagai program internasional yang ditawarkan kepada mahasiswa asing. Salah satu fokus pembahasan adalah peluang kerja sama melalui program student exchange, yang memungkinkan mahasiswa mengikuti perkuliahan selama satu hingga dua semester di Universitas Malaya. Selain itu, peserta juga diajak meninjau berbagai fasilitas unggulan kampus, seperti pusat olahraga, museum seni, dan kebun botani yang mendukung kegiatan akademik maupun nonakademik mahasiswa.

Melalui rangkaian International Student Mobility Batch 3 ini, FISIP UIN Jakarta tidak hanya memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengenal sistem pendidikan tinggi bertaraf internasional, tetapi juga membangun jejaring kerja sama dengan institusi pendidikan dan lembaga diplomatik di kawasan Asia Tenggara. Pengalaman tersebut diharapkan mampu meningkatkan kompetensi akademik, kemampuan komunikasi lintas budaya, serta kesiapan mahasiswa menghadapi dinamika global.

FISIP UIN Syarif Hidayatullah Jakarta berharap program International Student Mobility dapat terus menjadi agenda strategis fakultas dalam memperkuat internasionalisasi perguruan tinggi, memperluas kolaborasi dengan mitra internasional, serta mencetak lulusan yang memiliki daya saing global, berwawasan internasional, dan mampu berkontribusi dalam pengembangan masyarakat di tingkat regional maupun dunia.