Prof. Dr. Masykuri Abdillah, M.A.
Prof. Dr. Masykuri Abdillah, M.A.

Prof. Dr. Masykuri Abdillah, M.A. adalah Guru Besar Hukum Islam bidang Fikih Siyasah (Hukum dan Politik Islam) di Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) serta Program Studi Doktor Pengkajian Islam di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta. Ia dikenal sebagai akademisi yang produktif dalam kajian hubungan agama, negara, etika berbangsa, serta moderasi Islam dalam konteks masyarakat modern.

Menurut profil resmi staf UIN Jakarta, beliau berstatus PNS dengan jabatan fungsional Guru Besar (kode 1050) di Unit Program Studi Doktor Pengkajian Islam, berpangkat IV/e (Pembina Utama), dan memiliki NIDN 2022125801. Pendidikan terakhirnya adalah S3 yang diselesaikan pada tahun 1995.

Pendidikan doktoralnya ditempuh di Universitas Hamburg, Jerman di bidang Islamic Studies yang diselesaikan pada tahun 1995, setelah menamatkan pendidikan sarjana dan sarjana muda di bidang Syariah di IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan Perguruan Tinggi Ilmu al-Qur’an (PTIQ) Jakarta. Beliau juga mengikuti program post-doctoral di Bonn University (1998) dan Boston University (2002), memperluas kompetensi ilmiahnya dalam kajian lintas disiplin dan budaya akademik.

Dalam kariernya di UIN Jakarta, Prof. Masykuri pernah menjabat sebagai Direktur Sekolah Pascasarjana (SPs) UIN Jakarta periode 2015–2019, selain pernah memegang berbagai posisi strategis di lingkungan universitas yang melibatkan pengembangan akademik dan kurikulum.

Sebagai penulis, ia telah menerbitkan berbagai buku dan karya ilmiah yang dibaca oleh akademisi, mahasiswa, serta praktisi, antara lain:

  • Islam Agama Kedamaian — membahas Islam sebagai agama yang membawa misi rahmat lil-‘alamin dan kedamaian.

  • Islam dan Etika Kehidupan Berbangsa — membahas etika Islam dalam kehidupan bernegara dan demokrasi.

  • Islam dan Dinamika Sosial Politik di Indonesia — kajian hubungan antara Islam, politik, dan dinamika sosial kontemporer.

Prof. Masykuri juga dikenal melalui pemikirannya tentang Islam moderat (wasathiyah) yang menegaskan pentingnya pemahaman Islam yang tengah (tidak liberal dan tidak fundamentalis) dalam merespons tantangan radikalisme dan dinamika sosial politik kontemporer di Indonesia.

Selain kontribusi akademik, beliau aktif dalam berbagai peran profesional dan organisasi keagamaan serta pemerintahan, mencerminkan keterlibatannya intelektual dalam ranah publik:

  • Staf Khusus Wakil Presiden Republik Indonesia (2019–2024) membantu perumusan dan komunikasi kebijakan strategis.

  • Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, termasuk dalam struktur MUI periode 2025–2030.

  • Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 2015–2021, posisi penting dalam organisasi keagamaan terbesar di Indonesia.

Dalam konteks jaringan penelitian dan publikasi, menurut data akademik, Prof. Masykuri tercatat memiliki indeks H yang menunjukkan keterlibatan produktif dalam riset dan sitasi karya ilmiahnya di basis data ilmiah internasional dan nasional.

Bidang Kepakaran Utama mencakup:

  • Fikih Siyasah (Hukum dan Politik Islam)

  • Islam Moderat (Wasathiyah) dan Pluralisme

  • Hubungan Agama dan Negara

  • Etika Politik dan Kebangsaan

  • Demokrasi dan Hukum Islam